POTENSI HERBA JAHE MERAH (Zingiber officinale Var Rubrum) ASAL DESA KEMETUL KABUPATEN SEMARANG SEBAGAI SUMBER ANTIOKSIDAN ALAMI

Authors

  • Rissa Laila Vifta Universitas Ngudi Waluyo Ungaran
  • Aini Puspita Hasri Universitas Ngudi Waluyo Ungaran

DOI:

https://doi.org/10.55606/sinov.v4i2.334

Keywords:

Pembangunan, Masyarakat, Ekonomi.

Abstract

Jahe merah (Zingiber officinale Var Rubrum) diketahui mengandung gingerol, shogaol dan zingerone yang mempunyai aktivitas antioksidan. Purifikasi ekstrak dilakukan untuk menghilangkan adanya pengotor yang tidak menghasilkan efek terapi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa pengaruh pelarut purifikasi terhadap aktivitas antioksidan ekstrak jahe merah yang dilihat dari nilai IC50. Penelitian dilakukan secara kuantitatif eksperimental. Ekstraksi dilakukan secara maserasi dengan etanol 96%. Purifikasi menggunakan pelarut n-heksan dan n-heksan:etil asetat. Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode FRAP dan DPPH. Analisis data statistika dengan One Way Anova dan uji LSD. Rendemen yang diperoleh ekstrak jahe merah 11,03% ; ekstrak purifikasi n-heksan 35,77% dan ekstrak purifikasi n-heksan:etil asetat 44,11%. Pengujian aktivitas antioksidan metode FRAP diperoleh IC50 ekstrak jahe merah 22,77 ppm; ekstrak purifikasi n-heksan 14,13 ppm; ekstrak purifikasi n-heksan:etil asetat 10,73 ppm. Metode DPPH diperoleh IC50 ekstrak jahe merah 49,13 ppm; ekstrak purifikasi n-heksan 29,31 ppm; ekstrak purifikasi n-heksan:etil asetat 11,29 ppm. Hasil uji LSD menunjukkan adanya perbedaan nilai IC50 pada ekstrak purifikasi dengan p-value <0,05. Pengaruh pelarut terhadap aktivitas antioksidan jahe merah menghasilkan nilai aktivitas antioksidan tertinggi pada ekstrak purifikasi n-heksan:etil asetat dengan IC50 dengan metode FRAP dan DPPH yaitu 10,73 ppm dan 11,29 ppm.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adams, R.,(2002) Economic Growth, Inequality and Poverty: Findings from a New Data Set. Policy Research Working Paper2972. World Bank. February 2002.

Benner, Chris dan Manuel Pastor.,(2016). Inclusive Economy Indicators: Framework and Indicator Recommendations. USC Dornsife.

HBhanumurthy and HMitra.,(2004). Economic Growth, Poverty, and Inequality in Indian States in the Pre-reform and Reform Periods. Asian Development Review, vol. 21, no. 2

Lin.,(2003). Economic Growth, Income Inequality, and Poverty Reduction in People's Republic of China, Asian Development Review, vol. 20, no. 2

Mlachila, Montfort, Rene Tapsoba, dan Sampawende J. A. Tapsoba (2014). A Quality of Growth Index for Developing Countries: A Proposal. IMF Working Paper. WP/14/172.

Prasetyo, Eko.,(2008). The Quality of Growth : Peran Teknologi dan Investasi Human Capital Sebagai Pemacu Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas. JEJAK, Volume 1, Nomor 1, September, 2008

Ranis, Gustav, Frances Stewart, dan Alejandro Ramirez (2000). Economic Growth and Human Development. World Development. Vol. 28. No. 2.

Ravallion, M dan S Chen.,(1997) What Can New Survey Data Tell Us about Recent Changes in Distribution and Poverty? World Bank Economic Review. Vol. 11(2).

Todaro, M. P.,(2000) Econimic Development. Addison Wesley Longman: United State

http://hdr.undp.org/en/global-reports www.jatengprov.bps.go.id

Downloads

Published

2022-12-21

How to Cite

Rissa Laila Vifta, & Aini Puspita Hasri. (2022). POTENSI HERBA JAHE MERAH (Zingiber officinale Var Rubrum) ASAL DESA KEMETUL KABUPATEN SEMARANG SEBAGAI SUMBER ANTIOKSIDAN ALAMI. Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang, 4(2), 30–40. https://doi.org/10.55606/sinov.v4i2.334

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.