Kekuatan Peer-Support: Bagaimana Komunikasi Antar-Santri Membentuk Sikap Preventif terhadap Kekerasan Seksual?

Authors

  • Ervina Suhendar Universitas Djuanda Bogor
  • Koesworo Setiawan Universitas Djuanda Bogor
  • Sukarelawati Sukarelawati Universitas Djuanda Bogor
  • Maria Fitriah Universitas Djuanda Bogor

DOI:

https://doi.org/10.55606/juitik.v6i2.2225

Keywords:

Interpersonal Communication, Peer Group, Preventive Attitude, Sexual Violence, Student Attitudes

Abstract

Sexual violence remains a serious threat within educational environments, including Islamic boarding schools. This study aims to analyze the influence of interpersonal communication among peers on students’ attitudes toward the prevention of sexual violence. The interpersonal communication variable is measured through indicators of openness, empathy, supportiveness, positiveness, and equality, while the attitude variable is assessed through cognitive, affective, and conative components. The findings indicate that, in general, the quality of interpersonal communication and students’ attitudes are categorized as good to very good. However, variations in students’ responses are still observed, particularly in terms of communication comfort and active involvement in prevention efforts. This suggests that the internalization of preventive attitudes has not yet been fully optimized within the boarding school environment. These findings are crucial for the development of targeted prevention programs in Islamic boarding schools, highlighting the need to foster open and supportive communication among students while further enhancing their awareness and engagement in preventing sexual violence. It is recommended that educational stakeholders focus on enhancing peer communication and positive reinforcement to build a more proactive and preventive environment for sexual violence prevention.

References

Abdullah, K., Jannah, M., Aiman, U., Hasda, S., Fadilla, Z., Masita, Taqwin, Ardiawan, K. N., & Sari, M. E. (2022). Metodologi penelitian kuantitatif.

Agung, A., & Wangi, M. (2016). Pengaruh disharmoni komunikasi interpersonal orang tua-anak dan teman sebaya terhadap tingkat kenakalan remaja (Studi di Kelurahan Kadipiro Surakarta).

Ambriyani, N., Palawa, A. H., & Anugrah, M. R. (2025). Teori pembelajaran sosial. Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora, 4(4).

Anggraini, C., Denny, ), Ritonga, H., Kristina, L., Syam, M., & Kustiawan, W. (2022). Komunikasi interpersonal. Jurnal Multidisiplin Dehasen, 1(3), 337-342. https://doi.org/10.37676/mude.v1i3.2611

Arnie, N. (2023). Kekerasan seksual di pesantren terjadi lagi, mengapa selalu terulang? https://www.bbc.com/indonesia/articles/c04jx1xzmvjo

Astira, & Tadzkirah. (2025). ECEJ: Early Childhood Education Journal. Pentingnya komunikasi keluarga dalam pencegahan kasus kekerasan (Studi Kasus di TK RA UMDI Ujung Lare).

Azwar, S. (2022). Sikap manusia: Teori dan pengukurannya (Edisi 3).

DeVito, J. A. (2022). The interpersonal communication book (16th ed.). Pearson Education, Inc.

Erviana, I. (2023). Keterampilan komunikasi interpersonal konselor terhadap pemahaman pelecehan seksual peserta dialog komunitas. Griya Widya: Journal of Sexual and Reproductive Health, 2(2), 62-71. https://doi.org/10.53088/griyawidya.v2i2.672

Fauziah, R. Si. P., Indra, S., & Saputri, T. (2025). Implementasi konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara pada pengelolaan pembelajaran di pesantren Bina Tauhid Amaliyah Putra. In Jurnal Sosial Humaniora, 3(2). https://doi.org/10.30997/alkaff.v3i2.18889

Hildawati, Suhirman, L., Prisuna, B. F., Husnita, L., Mardikawati, B., Isnaini, S., Wakhyudin, Setiawan, H., Hadiyat, Y., Sroyer, A. M., & Saktisyahputra. (2024). Buku ajar metodologi penelitian kuantitatif & aplikasi pengolahan analisa data statistik.

Imam Ghozali. (2021). Aplikasi analisis multivariate dengan program SPSS 25. https://id.scribd.com/document/653374381/Ghozali-2018

KEMEN PPPA. (2025, December 6). Ringkasan data sebaran jumlah kasus kekerasan. https://kekerasan.kemenpppa.go.id/ringkasan

KOMNAS Perempuan. (2025). Siaran pers KOMNAS perempuan memastikan ketidakberulangan kekerasan seksual di lembaga pendidikan pesantren.

Maulana, M., Sihabudin, R., Fitriah, M., & Hasbiyah, D. (2024). Keterampilan komunikasi interpersonal mahasiswa di lingkungan kampus. https://doi.org/10.22441/visikom.v23i02.29985

Mustakim, M., & Amri, I. A. J. (2025). A peer group education approach on increasing knowledge and attitude of adolescents regarding sexual violence. Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA), 7(1), 153-161. https://doi.org/10.36590/jika.v7i1.1237

Noer, K. U., Hendrastiti, T. K., Nurtjahyo, L. I., & Damaiyanti, V. P. (2022). Membongkar kekerasan seksual di pendidikan tinggi: Pemikiran awal. In Yayasan Pustaka Obor Indonesia. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

PPIM UIN JAKARTA. (n.d.). Ringkasan-eksekutif-pesantren-ramah-anak-2.

Risal, H. G., & Alam, F. A. (2021). Upaya meningkatkan hubungan sosial antar teman sebaya melalui layanan bimbingan kelompok di sekolah. Jurnal Bimbingan Konseling Dan Psikologi, 1(1). https://doi.org/10.24176/mrgc.v1i2.8744

Saputra, E. E., & Parisu, C. Z. L. (2025). The role of social psychology in individual cognitive and social development. Journal of Humanities, Social Sciences, and Education, 1(1), 44-55. https://doi.org/10.64690/jhuse.v1i1.23

Sari, D. F. K., Wulandari, D. R., & Kudratullah. (2025). Komunikasi interpersonal pendampingan korban kekerasan seksual oleh satuan tugas perlindungan perempuan dan anak relawan merah putih Kabupaten Poso.

Sarmin. (2017). Konselor sebaya: Pemberdayaan teman sebaya dalam sekolah guna menanggulangi pengaruh negatif lingkungan. BRILLIANT: Jurnal Riset Dan Konseptual, 2(1). https://doi.org/10.28926/briliant.v2i1.30

Setiawan, K. (2023). Peran humas pemerintah di tengah badai pandemi (Studi deskriptif kampanye program perlindungan sosial).

Setiawan, K., & Anwar, M. R. (2024). Prinsip social virtue dalam pengembangan potensi diri anak penyandang disabilitas intelektual di SLB Fitria Kota Bogor. Sosio Konsepsia, 13(1). https://doi.org/10.33007/ska.v13i3.3396

Sugiyono, D. (2019). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D.

Sukarelawati. (2018). Komunikasi interpersonal membentuk sikap remaja.

UN Women. (2023). Technology-facilitated violence against women: Taking stock of evidence and data collection Women-WHO Joint Programme on Strengthening Methodologies and Measurement and Building National Capacities for Violence against Women Data (Joint Programme on Violence Against Women Data).

WHO. (2021). Devastatingly pervasive: 1 in 3 women globally experience violence.

Yunalia, E. M., & Etika, A. N. (2020). Remaja dan konformitas teman sebaya.

Downloads

Published

2026-04-28

How to Cite

Ervina Suhendar, Koesworo Setiawan, Sukarelawati Sukarelawati, & Maria Fitriah. (2026). Kekuatan Peer-Support: Bagaimana Komunikasi Antar-Santri Membentuk Sikap Preventif terhadap Kekerasan Seksual?. Jurnal Ilmiah Teknik Informatika Dan Komunikasi, 6(2), 305–315. https://doi.org/10.55606/juitik.v6i2.2225

Similar Articles

<< < 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.