Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang http://journal.sinov.id/index.php/sinov <p><strong>Sinov :</strong> Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang adalah media informasi penelitian Kabupaten Semarang yang bertujuan membangun sinergitas kelitbangan dalam mendorong dan meningkatkan inovasi, kemajuan pembangunan dan daya saing daerah. Media ini menerima naskah berbasis kajian atau penelitian ilmu pengetahuan dan teknologi, fokus penelitian di lakukan di kabupaten Semarang yang berasal dari Mahasiswa, Dosen, Praktisi, ilmuan , Lembaga pemerintahan dan Masyrakat umum.</p> en-US diyas@suniv.ac.id (Diyas Paramawati ) tun@sinov.ac.id (Tun Ikhtiarti M ) Wed, 01 Dec 2021 00:00:00 +0700 OJS 3.3.0.7 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 DISSEMINATION OF INFORMATION ON LANDSLIDE VULNERABILITY LEVEL USING ARCGIS HUB THROUGH LAND UNIT APPROACH IN SEMARANG REGENCY http://journal.sinov.id/index.php/sinov/article/view/32 <p>Kejadian tanah longsor di Kabupaten Semarang pada tahun 2019 telah terjadi sebanyak 69 kejadian. Data BPBD Kabupaten Semarang menunjukkan bahwa 17 dari 19 kecamatan mengalami kejadian tanah longsor pada kelas rendah hingga tinggi. Masyarakat kurang mengetahui mengenai sistem pelaporan ketika terjadi bencana tanah longsor dan tingkat kerawanan tanah longsor di daerahnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu memetakan sebaran kawasan rawan bencana longsor di Kabupaten Semarang melalui pendekatan unit lahan dan memanfaatkan media daring sebagai bentuk diseminasi informasi kebencanaan tanah longsor dengan berbasis <em>WebGIS.</em> Metode penelitian menggunakan <em>overlay analysis</em> (tumpangsusun <em>layer</em>) dengan pendekatan unit lahan. Pendekatan unit lahan berbasis pada bentuklahan. Visualisasi dengan memanfaatkan aplikasi di <em>ArcGIS Online</em> berupa <em>ArcGIS Dashboard, ArcGIS StoryMaps</em>, dan <em>Survey123</em> yang dikemas di <em>ArcGIS Hub. </em>Hasil penelitian berupa <em>WebGIS</em> yang memiliki beberapa fitur seperti Dashboard, Sistem Pelaporan, Narasi Kejadian Longsor, dan Unduh Data berformat <em>shapefile</em> dan <em>jpeg</em>. Hasil ini menggunakan <em>ArcGIS Hub</em> sebagai media diseminasi tanah longsor yang selanjutnya disebut Si Tangkas. Berdasarkan analisis, tingkat kerawanan tanah longsor sangat rendah sebesar 59,51%; kelas rendah sebesar 32,69%; kelas sedang sebesar 4,98%; kelas tinggi sebesar 2,29%; dan kelas sangat tinggi sebesar 0,53%.</p> Joko Prasetyo Copyright (c) 2021 Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang https://creativecommons.org/licenses/by-nd/4.0 http://journal.sinov.id/index.php/sinov/article/view/32 Wed, 01 Dec 2021 00:00:00 +0700 PENAMPILAN RUMPUT GAJAH ODOT (Pennisetum purpureum cv. Mott) DAN KACANG TANAH (Arachis hypogea L.) PADA SISTEM TUMPANGSARI http://journal.sinov.id/index.php/sinov/article/view/33 <p>Penelitian dilaksanakan di Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Penelitian bertujuan mengkaji perlakuan jarak tanam rumput gajah odot dan waktu tanam kacang tanah serta interaksi perlakuan terhadap penampilan rumput gajah odot dan kacang tanah. Analisis karakteristik tanah dan tanaman dilakukan di Laboratorium Ekologi dan Produksi Tanaman, Departemen Pertanian, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang dari bulan September 2020 sampai Februari 2021. Percobaan faktorial 2 x 4 dengan rancangan acak kelompok, 3 kelompok ulangan digunakan dalam penelitian. Faktor pertama jarak tanam rumput gajah odot terdiri dari J1 : 90 cm x 60 cm, dan J2 : 90 cm x 45 cm. Faktor kedua waktu tanam kacang tanah terdiri dari T1 : 2 minggu sebelum potong paksa, T2 : 1 minggu sebelum potong paksa, T3 : pada saat potong paksa, dan T4 : 1 minggu setelah potong paksa. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan analisis varian dan selanjutnya diuji menggunakan uji Duncan taraf kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi rumput gajah odot pada sistem tumpangsari dengan kacang tanah tidak dipengaruhi oleh jarak tanam rumput gajah odot dan waktu tanam kacang tanah. Produksi total kacang tanah tidak dipengaruhi jarak tanam rumput gajah odot, tetapi waktu tanam kacang tanah berpengaruh terhadap produksi total kacang tanah. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa budidaya rumput gajah odot dengan kacang tanah dalam sistem tumpangsari dapat dilakukan dengan memperhatikan jarak dan waktu tanam. </p> Alama Dian Rahayu, D.W. Widjajanto, Sutarno Copyright (c) 2022 Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang https://creativecommons.org/licenses/by-nd/4.0 http://journal.sinov.id/index.php/sinov/article/view/33 Wed, 01 Dec 2021 00:00:00 +0700 PERFORMA EKSTERIOR GENETIK DAN REPRODUKSI INDUK DOMBA PROLIFIK DI KECAMATAN BAWEN DAN JAMBU KABUPATEN SEMARANG JAWA TENGAH http://journal.sinov.id/index.php/sinov/article/view/34 <p>Penelitian di Kecamatan Bawen dan Jambu Kabupaten Semarang dilaksanakan pada bulan Mei- September 2009. Hasil penelitian sudah dipublikasikan menjadi lima judul aspek keilmuan di media publikasi. Artikel ini merupakan rangkuman dari tiga publikasi yang sesuai dengan judul makalah, tentang eksterior, genetik dan reproduksi induk domba prolifik. Tujuan penelitian untuk mengetahui performa eksterior, genetik dan reproduksi yang dapat digunakan sebagai dasar seleksi induk domba prolific yang baik. Penelitian dilakukan menggunakan metode survey dengan peternak sebagai responden dan induk dombanya sebagai materi penelitian. Penentuan materi secara <em>porpusive sampling</em> yaitu induk yang sudah pernah beranak minimal 3 kali. Materi dibagi menjadi tiga kelompok yaitu berkemampuan beranak tunggal (A1), kembar dua (A2) dan kembar lebih dari dua (AL2). Paremeter yang diamati, performa ekterior, genetik dan reproduksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat eksterior kualitas induk domba AL2, ekornya tipis 88,25%, muka cembung 52,94%, telinga kecil 82,35% dan tubuh pendek 82,35%. Sifat eksterior kuantitatif induk domba AL2 mempunyai panjang tubuh 63,00+4,94 cm, lebar pinggul 19,88+5,81 cm, panjang tulang ileum 27,59+11,39cm dan lingkar dada 73,29+17,94 cm. Genetik domba AL2 yang memiliki pasangan genetik homozigot CpFCpF dan AmlBAmlB masing-masing mencapai 88,24% sedangkan lokus genetik lainnya berkisar 50,50-69,39%. Berahi setelah beranak domba AL2, 71,7<u>+</u>25,50 hari, lama estrus 18,33<u>+</u>4,81 jam dan jarak beranak 231,60<u>+</u>20,10 hari. Kesimpulan induk domba yang prolifik memiliki penampilan eksterion kualitatif dan kuantitatif, lokus <em>Ceruloplasmin</em> dan <em>Amilase-I</em>, berahi setelah beranak, lama estrus dan interval beranak, sangat berbeda dengan kelompok domba non-prolifik.</p> Sutiyono, E.T. Setiatin, Sutopo, Y.S. Ondho, E. Kurnianto Copyright (c) 2021 Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang https://creativecommons.org/licenses/by-nd/4.0 http://journal.sinov.id/index.php/sinov/article/view/34 Wed, 01 Dec 2021 00:00:00 +0700 CANDI GEDONGSONGO POTENSI GEOWISATA PANAS BUMI DI KABUPATEN SEMARANG http://journal.sinov.id/index.php/sinov/article/view/35 <p>Sistem Panas bumi Gunung Ungaran, secara administratif meliputi wilayah Kecamatan Sumowono, Bandungan, Bawen, dan Pringapus Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah. Secara Geografis terletak pada100<sup>O</sup> 14’54,75” - 100<sup>O</sup> 39’03,00” LS. Penelitian ini dilakukan karena keberadaan Candi Gedongsongo saat ini baru dimanfaatkan sebagai wisata sejarah dan wisata panorama, adanya fenomena geologi di Komplek Candi Gedongsongo sebagai manifestasi Panas bumi seperti : <em>Fumarole</em>, <em>Steaming Ground</em> maupun Mata Air Panas secara keilmuan belum dikembangkan baik sebagai Laboratorium Alam maupun Situs Geowisata. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui Sistem Panas bumi Gunung Ungaran melalui manifestasi-manifestasi panas bumi yang muncul ke permukaan, baik yang muncul di Komplek Candi Gedongsongo maupun yang muncul di sekitar Gunung Ungaran untuk dikemas menjadi sebuah obyek wisata baru yaitu sebuah paket perjalanan geowisata untuk mengetahui Sistem Panas bumi Gunung Ungaran. Tahapan penelitian yang dilakukan yaitu studi pustaka dan pengumpulan data. Studi pustaka dilakukan untuk mendapat informasi dari peneliti terdahulu yang pernah melakukan penelitian Geologi dan Panas bumi di Gunung Ungaran, seperti RW. Van Bemmelen dan Corbett. Sementara data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Data Sekunder dari hasil Penelitian STTNAS Yogyakarta Tahun (2004 ). Dari hasil penelitian ini dibuat suatu Model Sistem Panas bumi Gunung Ungaran berdasarkan Konsep Sistem Panas bumi bermedan terjal dari Corbett (1994 ). Dimana Intrusi atuan beku Andesit Gunung Kendalisodo merupakan Batuan Sumber Panas dari Sistem Panas bumi Gunung Ungaran, sementara fluida Panas bumi berasal dari air hujan yang meresap menjadi air tanah dan menerima unsur gas-gas magmatik Adapun Batuan Reservoir Sistem Panas bumi Gunung Ungaran adalah Breksi Vulkanik dan Batu pasir kompak. Batuan Penutup Sistem Panas bumi Gunung Ungaran adalah Batuan Beku Andesit hasil erupsi Gunung Ungaran yang terkena proses alterasi batuan dan terubah menjadi lempung sehingga kedap air. Lokasi-lokasi munculnya Manifestasi Panas Bumi Gunung Ungaran dapat dikemas menjadi sebuah Paket Perjalanan Geowisata yang akan menambah Daya Tarik Wisata Candi Gedongsongo sebagai wisata Sejarah dan Wisata Panorama.Wisatawan disamping dapat menikmati Keindahan Alam Kabupaten Semarang sekaligus dapat belajar tentang Sistem Panas bumi Gunung Ungaran. Paket Geowisata ini dapat dikerjasamakan dengan Dunia Pendidikan dan Universitas yang memiliki Program Studi Teknik Geologi sebagai Alternatif Lokasi Eskursi Geologi atau Widya Wisata.</p> Irwansyah Djohan Copyright (c) 2021 Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang https://creativecommons.org/licenses/by-nd/4.0 http://journal.sinov.id/index.php/sinov/article/view/35 Wed, 01 Dec 2021 00:00:00 +0700 PENGGUNAAN BAHASA JAWA DALAM PERCAKAPAN SEHARI-HARI MASYARAKAT KELURAHAN SUSUKAN UNGARAN TIMUR http://journal.sinov.id/index.php/sinov/article/view/36 <p>Bahasa Jawa sebagai bahasa daerah di Indonesia memiliki penutur yang tidak terlepas dari keterikatannya dengan norma sosial masyarakat Jawa. Masyarakat kelurahan Susukan kecamatan Ungaran Timur mengalami pergeseran sikap budaya. Sistem budaya masyarakat yang berlapis-lapis tertutup diubah menjadi masyarakat yang berlapis terbuka yang dapat diindikasikan dengan perpindahan masyarakat dari daerah lain ke kelurahan Susukan. Faktor yang paling dominan dari hal tersebut adalah banyaknya keluarga muda yang kurang memberi pendidikan berbahasa Jawa dengan baik di lingkungan keluarga.</p> <p>Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui seberapa besar penggunaan bahasa Jawa dalam percakapan sehari-hari masyarakat desa Susukan Ungaran Timur. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling.daerah (<em>cluster Sampling</em>). Sampel sebanyak 932 orang terdiri dari 632 orang tua (suami/istri) status masih aktif bekerja dan 300 anak yang sedang menempuh pendidikan sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Metode pengumpulan data menggunakan <em>Questionaire</em> sedang instrument penelitian menggunakan angket tertutup dan wawancara.</p> <p>Hasil penelitian bahwa percakapan sehari-hari orang tua (suami/istri) menggunakan bahasa Indonesia sebesar 43%, bahasa campuran 39%, dan bahasa Jawa 18%. Percakapan anak menggunakan bahasa Indonesian 42%, bahasa campuran 37%, dan bahasa Jawa 21%. Jika dirata-rata percakapan sehari-hari orang tua (suami/istri) serta anak menggunakan bahasa Jawa sebesar 19,5%. Untuk memperkuat hasil penelitian dilanjutkan dengan uji statistic c<sup>2</sup> menghasilkan c<sup>2</sup> hitung &gt; c<sup>2</sup> tabel sehingga dapat diartikan bahwa masyarakat kelurahan Susukan Ungaran Timur dalam percakapan sehari-hari tidak dominan menggunakan bahasa Jawa.</p> Hary Purwanto, Edi Sujoko, Somya Ruth Nindyo Kirono Copyright (c) 2021 Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang https://creativecommons.org/licenses/by-nd/4.0 http://journal.sinov.id/index.php/sinov/article/view/36 Wed, 01 Dec 2021 00:00:00 +0700 KUALITAS HASIL GEPLAK WALUH DENGAN PERBEDAAN BAHAN DASAR WALUH SERTA UMUR KELAPA http://journal.sinov.id/index.php/sinov/article/view/37 <p>Geplak waluh merupakan makanan tradisional khas di daerah Getasan Kabupaten Semarang, yang dibuat dari waluh. Waluh sebagian besar masih dikonsumsi sebagai makanan kecil berupa kolak maupun waluh kukus, waluh harga rendah pada saat panen. Dengan pengolahan sebagai bahan dasar pembuat geplak waluh diharapkan akan memberi nilai tambah terhadap petani penghasil waluh. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kandungan protein, lemak, gula, reduksi dan kadar air geplak waluh, tingkat penerimaan konsumen dan penggunaan bahan dasar yang tepat untuk geplak waluh. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial dengan mengkombinasikan 2 faktor yaitu waluh (waluh mentah W1, Waluh kukus W2) dan umur kelapa (kelapa setengah tua K1, Kepala tua K2), masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Data yang diperoleh dianalisa dengan teknik Anava dengan tingkat signifikan 1 %. Parameter yang diukur meliputi kadar air, kadar gula reduksi, kadar lemak, kadar protein dan organoleptik (rasa, tekstur dan warna). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahan dasar kelapa setengah tua (K1) dengan waluh mentah (W1) menghasilkan geplak waluh dengan kandungan protein 2,89 % kadar lemak 4,76%, kadar gula reduksi 46,86 %, kadar air 15 % geplak waluh tidak terlalu keras, tidak terlalu kasar , warna kuning muda sampai kuning dan rasa gurih.</p> Slamet Copyright (c) 2021 Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang https://creativecommons.org/licenses/by-nd/4.0 http://journal.sinov.id/index.php/sinov/article/view/37 Wed, 01 Dec 2021 00:00:00 +0700 PENGELOLAAN GANGUAN INEGRITAS KULIT PADA ULKUS DIABETIKUM DI DUSUN TEGAL MELIK DESA GEBUGAN KECAMATAN BERGAS KABUPATEN SEMARANG http://journal.sinov.id/index.php/sinov/article/view/38 <p>Diabetes melitus merupakan penyakit kronis karena gangguan metabolisme glukosa yang dapat menyebabkan neuropati. Neuropati pada kaki dapat menyebabkan munculnya luka ulkus diabetikum dan menimbulkan masalah gangguan integritas kulit. Tujuan penelitian memberikan gambaran pengelolaan gangguan integritas kulit pada pasien ulkus diabetikum di Dusun Tegal Melik, Desa Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan berupa pengkajian, analisis data, merumuskan diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pengambilan sampel dengan <em>convinience sampling</em> pada salah satu penderita diabetes melitus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tehnik wawancara, pemeriksaan fisik, observasi dan studi dokumentasi. Pengelolaan gangguan integritas kulit dengan ulkus diabetes ini dilakukan selama 3 hari pada Tn. S dan dilakukan rencana keperawatan yaitu perawatan luka, pemberian salep antibiotic dan pendidikan kesehatan tentang perawatan luka. Hasil akhir didapatkan pasien mengatakan masih ada luka di kaki kiri diatas pergelangan kaki dan sudah mulai mengering, data obyektif yaitu diameter luka 3-4 cm, kedalaman luka 1 cm, warna merah kehitaman, glukosa darah sewaktu H. 280 Mg/dl. Berdasarkan pengelolaan disimpulkan masalah gangguan integritas kulit belum teratasi. Saran bagi pasien yaitu pentingnya memelihara kebersihan luka dan bagi masyarakat mau merubah perilaku menuju perilaku bersih dan sehat.</p> Dicky Setiawan, Mukhamad Musta’in Copyright (c) 2021 Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang https://creativecommons.org/licenses/by-nd/4.0 http://journal.sinov.id/index.php/sinov/article/view/38 Wed, 01 Dec 2021 00:00:00 +0700 PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI BALITA DAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF BERHUBUNGAN DENGAN STUNTING DI PUSKESMAS LEYANGAN PADA TAHUN 2020 http://journal.sinov.id/index.php/sinov/article/view/39 <p>WHO (2018) prevalensi balita stunting di Indonesia berada pada peringkat ketiga di <em>South-East Asian Region </em>sebesar 36,4% belum mencapai target dunia 20%. Sedangkan di Jawa Tengah (2019) sebesar 34,4% dan di Puskesmas Leyangan sebesar 19,5%. Pengetahuan ibu yang kurang tentang gizi balita dan status pemberian ASI eksklusif akan mempengaruhi cara pemberian makanan pada balita yang menyebabkan stunting. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang gizi balita dan pemberian ASI Eksklusif dengan <em>stunting</em> di Puskesmas Leyangan tahun 2020. Desain penelitian <em>analitik observasional</em> dengan pendekatan <em>c</em><em>ase </em><em>c</em><em>ontrol </em>Populasi seluruh ibu yang memiliki balita usia 24-59 bulan sejumlah 110 ibu. Sampel sebanyak 104 responden dengan perbandingan 1:1 secara <em>Fixed–Desease Sampling</em>. Intrumen penelitian menggunakan kuesioner dan master tabel untuk tinggi badan dan berat badan balita. Analisis data menggunakan analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan <em>chi square</em>. Analisa univariat pengetahuan ibu tentang gizi balita pada kelompok kasus sebagian besar kurang (65,4%) sedangkan kelompok kontrol sebagian besar baik (73,1%), pada kelompok kasus sebagian besar tidak memberikan ASI Eksklusif (88,5%) sedangkan pada kelompok kontrol sebagian besar memberikan ASI Eksklusif (80,5%). Analisis bivariat ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang gizi balita dan pemberian ASI Eksklusif dengan <em>stunting</em> (p &lt;0,001,OR= 138.429, CI 95% = 17.437 s/d 1098.974) (p &lt;0,001, OR = 32.200, CI 95% = 10.771s/d 96.267).</p> <p>Pengetahuan ibu yang kurang dan tidak memberikan ASI Eksklusif meningkatkan resiko stunting. Perlu adanya pendidikan kesehatan tentang manfaat pemberian gizi seimbang dengan isi piringku (karbohidrat, protein, lemak, sayur dan buah) pada ibu yang memiliki balita.</p> Mastamah, Isfaizah Copyright (c) 2022 Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang https://creativecommons.org/licenses/by-nd/4.0 http://journal.sinov.id/index.php/sinov/article/view/39 Wed, 01 Dec 2021 00:00:00 +0700 HUBUNGAN PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG PENDIDIKAN SEKS DENGAN PENERAPAN PENDIDIKAN SEKS ANAK USIA PRASEKOLAH http://journal.sinov.id/index.php/sinov/article/view/40 <p>Kasus kekerasan seks menurut LPSK terus meningkat sebesar 70%. Untuk menurunkan itu perlu peran orang tua dalam memberikan pendidikan seks ke anaknya yang dipengaruhi oleh pengetahuan orang tua sendiri tentang pendidikan seks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan orang tua tentang pendidikan seks dengan penerapan pendidikan seks anak usia prasekolah TK St. Theresia 2021. Penelitian ini menggunakan metode analitik korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah seluruh orang tua siswa siswi di TK St. Theresia Ungaran sebanyak 127 orang, sampel sebanyak 96 dengan teknik simple random sampling dengan alat ukur kuesioner, analisa data menggunakan analisa univariat dengan distribusi frekuensi dan bivariat dengan chi square. Diperoleh sebagian besar pengetahuan orang tua tentang pendidikan seks dalam kategori baik sebesar 59,4% dan penerapan pendidikan seks dalam kategori baik juga sebesar 61,6%. Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan pendidikan seks dan penerapan pendidikan seks ( <em>p</em>-<em>value = </em>0,010 &lt; α = 0,050, OR 0,311, CI 95% = 0,125 s/d 0,770). Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan orang tua tentang pendidikan seks dengan penerapan pendidikan seks anak usia prasekolah, tetapi pengetahuan orang tua tentang pendidikan seks tidak mempengaruhi penerapan pendidikan seks anak usia prasekolah TK St. Theresia Ungaran.</p> Dionisia Mayola, Isfaizah Copyright (c) 2021 Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang https://creativecommons.org/licenses/by-nd/4.0 http://journal.sinov.id/index.php/sinov/article/view/40 Wed, 01 Dec 2021 00:00:00 +0700 MENINGKATKAN HASIL BUDIDAYA TANAMAN CABE DENGAN PERTANIAN SEHAT BERKELANJUTAN MELALUI ECO ENZYME http://journal.sinov.id/index.php/sinov/article/view/41 <p>Pembuangan sampah secara sembarangan merupakan permasalahan yang sangat serius dan perlu diatasi. Rumah tangga adalah penghasil sampah yang bersifat rutin dengan volume yang sangat besar, sehingga perlu dikelola agar tidak menyebabkan kerusakan lingkungan. Sampah organik rumah tangga bisa dimanfaatkan di bidang pertanian. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi tentang bagaimana memanfaatkan sisa / sampah organik rumah tangga dan apa manfaatnya untuk meningkatkan produksi pertanian, dalam hal ini tanaman cabe. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif melalui pendekatan kualitatif. Dengan wawancara, eksperimen, dan observasi secara langsung dalam praktek bertani dan berkebun. Penulis memanfaatkan sisa / sampah organik dari konsumsi sayur-sayuran dan kulit buah-buahan/buah yang sudah tidak layak dikonsumsi di rumah tangga sehari-hari dengan cara fermentasi. 3 kg sampah organik rumah tangga ditambah gula jawa dan air bersih dengan perbandingan 3 : 1 : 10 (tiga banding satu banding sepuluh) yaitu 3 kg sisa sayuran/buah ditambah satu kg gula jawa dan sepuluh liter air. Hasil Penelitian; setelah 3 bulan proses fermentasi menghasilkan enzim yang dikenal dengan nama <em>eco enzyme</em>. <em>Eco enzyme </em>berfungsi sebagai pupuk dan pengurai zat hara yang ada dalam tanah. Zat asam dan alkohol yang terkandung dalam <em>eco enzyme</em> bersifat desinfektan sehingga <em>eco enzyme</em> bisa dimanfaatkan sebagai pupuk maupun obat anti hama tanaman. Penulis mengaplikasikan <em>eco enzyme</em> pada tanaman cabe maupun tanaman perkebunan lainnya. Tanaman cabe terbukti subur dan hidup produktif (berbuah) lebih lama atau tidak cepat mati. Hasil produksi meningkat, biaya operasional lebih murah, kualitas cabe lebih baik dan sehat. Pemanfaatan sisa organik tangga selain mendukung upaya pelestarian lingkungan hidup juga berfungsi mendukung pertanian sehat berkelanjutan.</p> Harmini Copyright (c) 2021 Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang https://creativecommons.org/licenses/by-nd/4.0 http://journal.sinov.id/index.php/sinov/article/view/41 Wed, 01 Dec 2021 00:00:00 +0700